Cara Menghitung HPP Produk (Rumus + Contoh Lengkap untuk UMKM)

Pujianto · 28 Oktober 2026

HPP (Harga Pokok Penjualan, sering juga disebut harga pokok produksi) adalah total biaya untuk menghasilkan satu produk sampai siap dijual. Tanpa angka ini, harga jual hanya tebakan: usaha bisa terlihat ramai pembeli, tetapi uangnya tidak pernah terasa.

Di artikel ini kita menghitung HPP untuk usaha yang membuat produk sendiri (makanan, minuman, kue, kerajinan, sabun, konveksi kecil). Untuk reseller, HPP lebih sederhana: harga beli barang + ongkos kirim ke Anda + kemasan.

Rumus HPP per produk

HPP per produk = bahan baku + kemasan + upah langsung + bagian biaya tetap
  • Bahan baku: semua bahan dalam resep, termasuk yang kecil seperti garam, minyak, dan gas.
  • Kemasan: plastik, standing pouch, dus, stiker, karet, tisu.
  • Upah langsung: upah orang yang membuat produk, dibagi per produk. Hitung juga upah Anda sendiri.
  • Biaya tetap: sewa, listrik, air, internet, penyusutan alat. Total per bulan dibagi perkiraan jumlah produk terjual per bulan.

Langkah 1: harga per satuan setiap bahan

Bahan dibeli per kemasan, tetapi dipakai per gram, mililiter, atau butir. Bagi harga beli dengan isi kemasan.

BahanHarga beliIsiPer satuan
Tepung teriguRp13.0001.000 gramRp13/gram
TelurRp54.00030 butirRp1.800/butir
MargarinRp32.0001.000 gramRp32/gram
Minyak gorengRp36.0002.000 mlRp18/ml
Gas LPG 3 kgRp22.000±6 jam nyala±Rp3.667/jam

Langkah 2: biaya bahan satu kali produksi

Kalikan jumlah pakai di resep dengan harga per satuan, lalu jumlahkan. Pada contoh kue bawang, satu adonan (tepung 1 kg, tapioka 250 g, 3 telur, margarin, bawang, seledri, bumbu, minyak 1 liter, gas 1,5 jam) menghabiskan Rp53.360 dan menghasilkan 10 bungkus 250 gram.

Bahan per bungkus = Rp53.360 ÷ 10 = Rp5.336.

Langkah 3: tambahkan kemasan, upah, dan biaya tetap

Bahan per bungkusRp5.336
Kemasan (standing pouch, stiker, segel)Rp1.600
Upah per bungkusRp2.000
Biaya tetap Rp1.100.000/bulan ÷ 400 bungkusRp2.750
HPP per bungkusRp11.686

Perhatikan: kalau hanya menghitung bahan utama, modalnya terlihat Rp5.000-an. HPP sebenarnya lebih dari dua kali lipat. Inilah sumber laba yang "hilang".

Langkah 4: tentukan harga jual dengan margin, bukan markup

Ada dua cara menambah untung, dan hasilnya berbeda:

  • Markup = untung dihitung dari modal. Modal Rp10.000 + markup 40% = Rp14.000. Untungnya Rp4.000, atau hanya 28,6% dari harga jual.
  • Margin = untung dihitung dari harga jual. Rumusnya: harga jual = HPP ÷ (1 − margin). Modal Rp10.000 dengan margin 40% = Rp10.000 ÷ 0,6 = Rp16.667.

Untuk kue bawang dengan HPP Rp11.686 dan target margin 40%: Rp11.686 ÷ 0,6 = Rp19.477. Dibulatkan ke kelipatan Rp500, harga jualnya Rp19.500 dengan laba Rp7.814 per bungkus.

Langkah 5: cek titik impas

Titik impas (BEP) adalah jumlah penjualan per bulan agar semua biaya tetap tertutup.

BEP (unit) = biaya tetap per bulan ÷ (harga jual − biaya variabel per unit)

Biaya variabel = HPP tanpa biaya tetap (bahan + kemasan + upah = Rp8.936). BEP = Rp1.100.000 ÷ (Rp19.500 − Rp8.936) = 104,1, dibulatkan ke atas menjadi 105 bungkus per bulan. Penjualan di atas angka itu baru menjadi laba.

Jika berjualan di marketplace

Marketplace memotong sebagian harga: biaya admin (persen), biaya layanan atau program, biaya per pesanan, dan voucher yang Anda tanggung. Hitung uang yang benar-benar diterima, lalu kurangi HPP. Besaran potongan berbeda per marketplace dan kategori, dan sering berubah, jadi ambil angkanya dari rincian pesanan terakhir di aplikasi penjual Anda.

Harga minimal agar margin tetap tercapai bisa dihitung dengan:

Harga minimal = (HPP + biaya per pesanan + voucher × (1 − potongan %)) ÷ (1 − potongan % − target margin)

Jika memakai iklan

Laba per pesanan adalah batas maksimal biaya iklan untuk satu pesanan. Jika pembeli rata-rata membeli 2 bungkus dengan kontribusi Rp10.564 per bungkus (harga − biaya variabel), satu pesanan menyumbang Rp21.128. Iklan yang butuh lebih dari itu untuk mendapat satu pesanan justru merugi. Banyak penjual memakai separuhnya (±Rp10.500) sebagai target biaya iklan per pesanan.

Kesalahan yang paling sering

  1. Lupa bahan kecil (gas, minyak, plastik, stiker).
  2. Tidak menghitung upah sendiri, sehingga usaha sebenarnya "dibayar" dengan waktu Anda.
  3. Memakai markup tetapi mengira itu margin.
  4. Tidak memperbarui harga bahan saat harga belanja naik.
  5. Menyamakan harga toko dengan harga marketplace tanpa menghitung potongan.

Pertanyaan umum

Apa bedanya HPP dan harga jual?

HPP adalah total biaya untuk membuat satu produk. Harga jual adalah HPP ditambah laba yang Anda inginkan. Harga jual yang sehat = HPP ÷ (1 − target margin).

Apakah gaji pemilik usaha masuk HPP?

Sebaiknya ya. Upah Anda sendiri untuk membuat produk dihitung sebagai upah langsung, supaya laba yang tersisa benar-benar laba usaha, bukan bayaran waktu Anda.

Berapa margin yang wajar untuk usaha makanan?

Tidak ada angka tunggal; bergantung pada jenis produk, pesaing, dan saluran penjualan. Hitung dulu HPP-nya, bandingkan dengan harga pasar, lalu pastikan masih ada ruang untuk potongan marketplace atau iklan jika memakainya.

Bagaimana menghitung HPP untuk reseller?

HPP reseller = harga beli barang + ongkos kirim dari pemasok (dibagi per barang) + kemasan + bagian biaya tetap bila ada.

Panduan lain

Lihat Kalkulator — Rp49rb
Chat admin